Yang kulakukan kini hanyalah mendesah, menggeleng-gelengkan kepala dan menggigit jari menikmati hasil pengajaranku.Aku lalu menurunkan kedua betisku itu dan meraih lehernya, mengisyaratkan agar dia maju menindihku. Kuemut perlahan dan terus memijati pelirnya.“Aa.. Bokep Crot Ci.. Ahh.. Rese amat sih, minggir sana tangannya, gua bugil di depan lu aja santai, masa lu yang cowok malu-malu kucing gini!” bentakku pelan.“Iya.. Wah anda ini lagi jatuh cinta sama siapa ya, sampai dibawa-bawa ke gambar begini, siapa nih di sini yang rambut panjang dengan kucir ke belakang,” sambil memperhatikan semua mahasiswi di kelas ini.Kontan satu kelas termasuk aku tertawa-tawa dan saling menunjuk siapa yang di dalam gambar itu, wajahnya jadi memerah karenanya.Kalau saja dosennya killer pasti dia sudah dikotbahi macam-macam atau bisa juga disuruh keluar, untung Bu Yani (si dosen itu) tidak segarang itu, beliau cuma menyindir dan menegurnya namun beliau juga memuji gambarnya itu bagus.Suatu hari pada mata kuliah American Culture




















