Begitu melihat Su’eng, Mas Berto terlihat lemas. Ternyata Su’eng tak seburuk yg kubaygkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh badanku, tetapi sikapnya dan perlaquannya kepadaqu tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yg menyerangku mulai memudar.Su’eng menanyakan dgn lembut, aqu ingin minum apa. Bokep Barat Sesewaktu itu juga aqu membenci swamiku. Aqu memang diajarkan untuk menemani swami dalem suka maupun duka.Suatu sore saat Mas Berto belum pulang, seorang kawannya yg mengaqu bernama Su’eng berkunjung ke rumah. Dia tahu pasti Su’eng akan menagih hutang-hutangnya itu. Dia tahu pasti Su’eng akan menagih hutang-hutangnya itu. Mungkin sesudah ini ia akan kapok berjudi lagi pikirku.Sore hari sesudah pulang kerja, Mas Berto menyuruhku berhias diri dan sesudah itu kami berangkat menuju tempat yg dijanjikan sebelumnya, ternyata Mas Berto mengantarku ke sebuah hotel berbintang. Jika menang swamiku akan memberikan oleh-oleh yg banyak kepada kami.




















