Leana Lovings has desperately been trying to get in touch with Lauren Phillips, her last BDSM encounter fresh on her mind. She wants more. Bokep She wants to experience it all over again. Though no matter how much Leana calls Lauren, Lauren just won’t pick up. Out of options, Leana decides to leave Lauren a voicemail as Lauren listens to it on the other end. Leana pleads with Lauren, through the voicemail, to let her know if the club has any more BDSM sessions she could take part in. And perhaps, this time, she could have a more… dominant role in the activities. Lauren can’t help but be moved by Leana’s determination and sends her an invite via text. The next day, Leana arrives at the club and finds Lauren naked and collared on the bed. She is then introduced to Hazel Grace and, finally, Emma Rose. Emma has decided to take Leana on as her new apprentice and, tonight, she will be instructed in the ways of dominant pet play. Leana can hardly believe her luck and relishes the opportunity. Emma and Hazel guide Leana in the ways of dominance as they dom Lauren, with Hazel periodically switching roles to give Leana some extra dom practice.
“Pak… Sania takut nih”
“Tenang…kamu gak bakalan hamil kok, dan nggak bakalan ada yang tahu…”
Hari berganti hari, perbuatan kayak gini Aku ulang setiap ada kesempatan dan Sania dengan rela sekarang ngelayanin Aku, dan yang pasti Aku selalu siap pakai pengaman demi keamanan Rumah tangga Aku juga tentunya. jangan pak… saya belum pernah begini” ujar Sania, walau begitu tubuhnya mulai bereaksi. Sudah sebulan Sania menjadi pembantu dirumah aku, dia cukup gesit melakukan semua pekerjaannya dari ngepel, mencuci pakain, membantu memasak dan lain sebagainya, hampir satu minggu ini aku amati terus pekerjaan sungguh teliti dia jika melakukan sesuatunya, tapi lama kelamanaan wajah Sania semakin cantik. Aku ikutin dari belakang menuju kamarnya, dan Aku intip lagi ohh… ternyata dia punya kebiasaan kalo mo Subuhan gak pake apa-apa cuma jubah luar aja(tau kan maksud Aku) yg nutupin seluruh badannya.Pagi hari itu juga Aku gak nahan, sambil ngebayangin si Sania, Aku paksa





















